Temporary Internet Files itu tempat berkumpulnya file-file dari internet yang lahir setiap kali Anda membuka suatu halaman web. File-file ini memang sengaja disimpan supaya saat Anda mengunjungi kembali halaman web yang sama, prosesnya bisa berjalan dengan lebih cepat.
Untuk mengubah setting Temporary Internet File tersebut, lakukan langkah berikut.
1. Pilih “Start > Control Panel > Network and Internet > Internet Options”.
2. Pada tab “General”, ada bagian yang mengatur setting Temporary Internet File tersebut. Di sana terdapat dua pilihan, yaitu “Delete…” dan “Settings”. Pada pilihan “Delete”, Anda bisa menghapus semua file-file pada folder Temporary Internet Files. Sedangkan melalui pilihan “Settings”, Anda bisa mengatur berapa kapasitas maksimal yang bisa ditampung oleh folder Temporary Internet Files.
Supaya settingan ini tidak bisa digonta-ganti oleh orang lain, lakukan langkah berikut.
1. Jalankan Registry Editor.
2. Masuk ke key “HKEY_CURRENT_USER-SOFTWARE-Policies-Microsoft-Internet Explorer-Control Panel”.
3. Pada panel sebelah kanan, klik kanan, pilih “New > DWORD Value”, lalu beri nama Settings.
4. Klik ganda DWORD Value tersebut, lalu isikan angka 1.
5. Tutup Registry Editor.
Sekarang, jika Anda membuka Internet Options dan mengklik dua pilihan pada tab General bagian Temporary Internet Files, tidak akan berpengaruh apa-apa.
Sumber: PCplus dan Kompas.com
Sabtu, 06 Februari 2010
Mengunci Setting File Temporer Internet
Hapus Aplikasi yang Bandel
Jika sering mencoba-coba aplikasi gratisan, pasti Anda pernah mengalami aplikasi yang masih tercantum di daftar Add or Remove Programs padahal Anda sudah menghapusnya dari sistem. Nah, daripada bersusah-payah menginstal aplikasi lain untuk membersihkannya, bersihkan saja sendiri lewat Registry Editor.
Caranya sangat mudah.
1. Buka jendela Registry Editor, lalu cari lokasi “HKEY_LOCAL_MACHINE-SOFTWARE-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Uninstall”. Direktori ini menyimpan semua nama aplikasi di jendela Add or Remove Programs yang disimpan dalam bentuk direktori.
2. Cari nama aplikasi yang ingin dihapus. Setelah ketemu, klik direktorinya, lalu pilih “Delete” dari menu bar “Edit”.
Anda juga bisa cara lainnya.
1. Klik kanan direktori tersebut.
2. setelah menu konteks tampil, pilih “Delete”.
3. Sebelum menutup jendela Registri Editor, tekan tombol “F5” di keyboard untuk memperbaharui isi registri.
4. Tanpa harus me-restart Windows, buka jendela Add or Remove Programs, lalu cari nama aplikasi yang semula sulit untuk dihapus. Pasti saat ini sudah lenyap.
sumber: PCplus dan Kompas.com
Modifikasi Shortcut di Menu Konteks
Anda pasti pernah menjumpai aplikasi yang menyertakan shortcut aplikasinya di menu konteks. Lihat saja Winamp atau Windows Media Player. Mereka sengaja memasang shortcut di menu konteks agar akses ke suatu program jadi lebih cepat.
Bagaimana cara membuat shortcut seperti itu? Ya pakai saja registri.
Ini caranya:
1. Buka jendela Registry Editor dengan mengetikkan “regedit” di menu Start.
2. Masuklah ke sub key “HKEY_CLASSES_ROOT-*-shell”.
3. Klik kanan di direktori shell, lalu, dari context menu, pilih “New” diikuti dengan “Key”. Sebuah direktori baru akan dibuat dan Anda dapat mengubah namanya sesuai keinginan. Nama direktori ini yang nantinya akan ditayangkan saat menu konteks ditampilkan. Misalkan nama direktorinya “hiburan”.
4. Dengan cara yang sama, buat direktori baru di dalam direktori hiburan. Berikan nama “Command” untuk direktori baru ini. Klik direktori “Command”, lalu klik ganda binary data dengan nama (Default) yang terdapat di sebelah kanan. Setelah boks “Edit String” tampil, isi lokasi (Path) aplikasinya secara lengkap beserta nama aplikasi, formatnya, dan “%1”. Kode “%1” tersebut sifatnya opsional dan berfungsi untuk menjalankan aplikasi secara otomatis. Misalkan lokasinya diisi dengan C:-Program Files-Winamp-winamp.exe “%1”.
5. Sekarang waktunya untuk menuai hasil. Sesuai contoh aplikasi di atas, coba klik kanan di file dengan format MP3. Shortcut hiburan akan ditampilkan di menu konteks. Klik shortcut tersebut dan file MP3 yang Anda pilih akan segera dimainkan.
Untuk menghapus menu konteks yang baru saja dibuat, Anda cukup kembali ke sub key “HKEY_CLASSES_ROOT-*-shell”, lalu hapus segala key yang pernah Anda buat.
sumber: PCplus dan Kompas.com
MS Word dengan Nuansa Berbeda
Biru. Itulah yang jadi nuansa warna standari di Microsoft Word. Microsoft menyediakan nuansa warna lain yang dapat dipilih oleh penggunanya. Jadi, untuk mengubah-ubah tampilan, pengguna tidak perlu instal aplikasi apa-apa lagi.
Tinggal ikuti langkah-langkah ini saja. Oh ya, trik ini bisa juga dipakai di aplikasi Microsoft Office yang lain.
1. Klik tombol “Office”, lalu klik “Word Options”.
2. Di tab “Popular”, cari “Color Scheme”.
3. Coba ganti dari “Blue” jadi “Black”. Klik “OK”. Word akan tampak seperti pada gambar “Word dengan tampilan hitam”.
4. Coba kembali ke “Word Options” terus ganti jadi “Silver”. Apa yang terjadi?
5. Silakan pilih nuansa yang Anda suka
sumber: PCplus dan Kompas.com
Mengatasi Defrag yang bermasalah
Kadang-kadang, ketika kita sedang melakukan defrag harddisk, muncul pesan “Error Defragmenting Drive C, Windows cannot finish defragmentting this drive because it has encountered a problem. Click Help and carry out the instructions for running Scan Disk, and then try defragmenting again”. Setelah itu, proses defrag berhenti.
Jangan langsung panik! Ikuti dulu saran yang diberikan Windows pada pesan kesalahan tadi, yakni menjalankan Scan disk untuk memeriksa kondisi harddisk. Begitu Scan disk selesai, coba defrag lagi.
Nah, kalau saran Windows sudah dijalankan, tetapi harddisk masih emoh di-defrag, ikuti trik ini.
1. Klik [Start] > [Settings] > [Folder Options…].
2. Pilih tab [View], kemudian klik opsi [Show all files].
3. Tekan [OK] untuk keluar dari jendela “Folder Options”.
4. Klik [Start] > [Find] > [Files or Folders].
5. Ketik “applog” pada kolom “Name:”, dan pada combo box “Look in:” pilih drive [C].
6. Beri tanda centang pada kotak [Include subfolders].
7. Lakukan pencarian dengan mengklik [Find now].
8. Setelah pencarian berakhir, hapuslah semua file yang ditemukan (kecuali folder C:-WINDOWS-applog) kemudian klik ganda folder applog dan hapus seluruh isi folder yang ada di dalamnya.
9. Tutup jendela pencarian dan jalankan kembali Disk Defragmenter.
Sumber: PCplus
Membuat Label dengan menggunakan Deep Burner
Deep Burner tidak hanya dipakai untuk membakar data Cd dan DVD saja, tapi aplikasi ini juga bisa digunakan untuk membuat Label. Ikuti tips dan trik berikut ini.
nah, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1. Buka aplikasi Deep Burner.
2. Pilih jenis project yang Anda inginkan. dan session yang Anda inginkan.
3. Klik "Print Label" yang ada di sisi kiri layar.
4. Pilih tipe jenis Label yang Anda inginkan. Ada pilihan "Pocket CD", "Slim CD", "Normal CD", "Simple DVD" dan "DVD".
5.Pada tab di bagian bawah jendela label membiarkan Anda memilih antara label bagian. Pilihan termasuk CD Label, Booklet dan Case Sisipkan tergantung pada jenis label yang Anda pilih pada Langkah 4.
6.Klik tombol "Insert Picture" untuk menelusuri untuk gambar untuk ditambahkan ke label.
7. Klik "Add Teks" untuk menambahkan teks Anda sendiri ke label.
8. Klik tombol "Print" untuk mencetak label Anda
Semoga bermanfaat ^^
Jumat, 05 Februari 2010
Cara Burn Data CD/DVD menggunakan Deep Burner
Deep Burner adalah salah satu aplikasi buat membakar data untuk CD dan DVD. Merupakan aplikasi dapat didownload secara gratis. Nah, kali ini saya akan membawakan tutorial cara membakar data CD dan DVD dengan menggunakan Deep Burner versi gratis.
Langkah-langkahnya :
1. Pertama buka aplikasi Deep Burner tersebut.
2.Setelah itu, di layar akan ada jendela yang tampil dengan pilihan :
-- "Create a data CD/DVD" untuk membuat data CD dan DVD,
-- "Create an audio CD" untuk membuat data CD dalam bentuk audio
-- "Burn an ISO image"
3. Dan misalkan kalau kita memilih untuk "Create a data CD/DVD" maka selanjutnya akan ada tampilan layar baru lagi dan kita diminta untuk memilih lagi. Ada 3 pilihan:
-- "Create Multisession Disk" berarti anda dapat menulis ke disk berkali-kali. Ini adalah baik jika Anda perlu untuk menambahkan data dari waktu ke waktu.
-- "Append Session" berarti Anda menambahkan data ke disk data yang ada.
-- "No multisession" berarti Anda akan menyelesaikan disk setelah proyek ini.
4. Tambahkan file ke proyek Anda. Untuk data CD/DVD, Anda dapat membuat folder baru dan juga menambahkan file dengan mengklik ikon yang terdapat di Deep Burner. Untuk Audio proyek, klik ikon untuk menambah musik browse untuk file.
5. Klik tombol Burn Disk untuk memulai proses burning
6. Pilih speed writenya dan klik burn untuk burn project Anda.
Demikianlah, semoga artikel ini bermanfaat buat semuanya. ^^