Dulu, koleksi foto biasa disimpan di dalam album foto, yang kemudian berpotensi berjamur karena dimakan waktu. Tapi itu masa lalu. Sekarang adalah zamannya album digital yang telah dilengkapi beragam fitur untuk mengelola foto digital.
Yang namanya album digital pasti memerlukan seperangkat komputer untuk membukanya. Tanpa itu, nyaris tidak mungkin menampilkan seluruh koleksi foto digital dengan mudah. Sedangkan untuk menampilkan koleksi foto ke perangkat lain, Anda mesti mengkonversi dulu si foto digital menjadi slideshow.
Konversi semacam ini bisa dilakukan dengan banyak cara, salah satunya dengan Nero Vision 4. Aplikasi ini dibundel bersama paket installer Nero. Dengannya, Anda bisa menyusun slideshow foto-foto dari file, kamera digital, atau scanner ke dalam keping DVD dengan mudah dan cepat.
Begini langkah-langkah pembuatannya.
1. Eksekusi program Nero Vision 4 dengan mengklik menu Start > All programs > Nero > Nero 9 > Nero Vision.
2. Dalam program Nero Vision, klik menu Make a Slide Show > DVD-Video.
3. Tentukan gambar yang akan Anda masukkan ke dalam storyboard. Untuk mengambil sejumlah gambar dari folder, Anda dapat mengklik tombol Browse for Media > Browse and Add to Project. Untuk mengambil gambar dari kamera digital atau scanner, klik tombol TWAIN Import > Acquire Image.
4. Lakukan drag and drop foto pada timeline untuk mengatur susunan foto.
5. Atur durasi setiap foto dengan menekan ikon Duration Settings. Setelah itu, isikan Picture visibility time dalam satuan detik dan beri tanda cek pada “Apply to existing pictures”.
6. Klik kanan mouse pada kotak yang berada di antara dua foto, lalu pilih “Apply Random Tansition to All Tansition Fields”.
7. Klik Next > Next.
8. Rancang menu sesuai keinginan Anda. Untuk menonaktifkan fitur menu ini, pilih “Don’t create a menu” dari combo box Menus to use.
9. Klik Next > Next.
10. Klik Burn agar proses pembuatan disc segera dilakukan.
Sumber: PCplus dan Kompas.com
Sabtu, 06 Februari 2010
Mudahnya Membuat Video Slideshow
Menampilkan Status Buffer Drive
Dalam proses burning disk, ada banyak tahap yang harus dilalui oleh data. Sebelum data dapat ditulis, ia harus disalin dulu dari disk sumbernya ke dalam cache. Dari situ, data kemudian dikirim ke drive CD atau DVD writer. Setelah sampai, data enggak bisa langsung ditulis begitu saja. Ia harus ditampung dulu di dalam buffer sesuai urutan datanya.
Besarnya buffer berbeda-beda sesuai merek dan tipe drive. Semakin besar buffer, semakin cepat pula proses penulisan secara keseluruhan. Selain itu, kemungkinan gagalnya proses writing juga dapat dikurangi. Dari buffer, barulah data ditulis ke dalam keping disk optik.
Di program Nero Burning ROM, kita bisa mengetahui status buffer drive tersebut dengan mudah.
Caranya, aktifkan opsi drive buffer pada Options program. Begini langkah-langkah detailnya.
1. Klik Start > All Programs > Nero > Nero > Nero Express.
2. Klik kotak berlogo segi tiga yang mengarah ke kiri.
3. Pilih menu Options yang ada di bagian Advanced.
4. Pada jendela Options, buka tab Misc.
5. Dalam box Options, carilah grup Burning dan beri tanda cek pada menu “Show drive buffer status while burning”.
6. Tekan OK untuk menutup jendela Options.
Sumber: PCplus
Kemampuan Bakar tanpa Batas di Nero Burning ROM
Coba deh perhatikan perilaku aplikasi Nero Burning ROM saat Anda membakar disc. Ia secara otomatis menyesuaikan kemampuan maksimal disc dengan burner-nya. Jika Anda memasukkan CD dengan kemampuan bakar 32x pada folder CD-R berkecepatan 52x, maka —ketika Anda membakar CD tersebut— opsi kecepatan yang tersedia hanya akan mencapai 32x.
Repotnya, tidak semua CD memiliki kecepatan bakar yang dapat dikenali oleh Nero. Beberapa jenis CD kosong yang kurang bermutu seringkali mengadopsi burning speed di bawah angka yang tertera di kepingnya.
Nah, untuk “memaksa” CD semacam itu supaya mau dibakar dengan kecepatan yang tertera di kepingnya, praktekkan trik ini.
1. Klik Start > Run, lalu ketik regedit pada menu Run.
2. Di jendela Registry Editor, masuklah ke subkey HKEY_CURRENT_USER-Software-Ahead-Nero Burning ROM-Recorder.
3. Di sisi kanan jendela, klik kanan mouse, lalu pilih New > DWORD value.
4. Namakan DWORD value baru tersebut dengan “UseStaticWriteSpeedTable”.
5. Berikan nilai 1 untuk Value data UseStaticWriteSpeedTable tersebut.
6. Tekan OK, lalu tutup Registry Editor.
7. Restart Windows.
Setelah beres mengedit si registry, Anda bisa langsung memanfaatkannya untuk membakar CD dengan kecepatan maksimal.
sumber: PCplus dan Kompas.com
Pakai Fitur Keamanan Adobe Reader
File PDF sudah bisa dibilang aman dari ”oprekan” orang yang tidak berwewenang. Meski demikian, informasi yang ada di dalamnya belum aman. Semua bisa membacanya.
Jadi diperlukan suatu keamanan yang lebih untuk memproteksi file PDF tersebut. Misalkan dengan menambahkan atau mengisikan password pada saat membuka file pdf, sehingga langkah orang yang tidak berwenang ingin membukanya akan terhambat.
Untuk bikin ini jadi nyata nggak perlu beli Acrobat Pro yang mahal. Acrobat Reader baru telah memiliki tambahan fitur keamanan seperti ini. Berikut tahapan membuat password pada file PDF:
1. Jalankan program Acrobat Reader, lalu bukalah file pdf Anda.
2. Setelah itu, klik “Document > Security > Show Security Settings for This Document”, sehingga jendela Document Properties muncul.
3. Klik tab “Security”. Pada bagian Document Security, aktifkan “Security Method” dengan memilih “Password Security”. Karena sebelumnya di-setting tanpa keamanan.
4. Lalu akan muncul jendela Password Security. Kemudian klik pada opsi “Require a password to open the document”.
5. Anda akan diminta untuk mengisikan password di kotak yang telah disediakan. Setelah selesai langkah-langkah di atas, Anda diminta untuk menyimpan file
tersebut, lalu tutuplah file itu. Dan buka lagi file tersebut sehingga Anda dimintai mengisikan password. Apabila dalam tiga kali Anda salah dalam mengisikan password, maka otomatis program tersebut akan menonaktifkan file tersebut untuk dibuka.
Tampilkan Kecepatan Bakar Disc
Ketika membeli sebuah CD atau DVD kosong, biasanya terdapat angka 4x, 32x, 56x, atau lainnya di cover disk. Angka ini biasanya juga muncul pada drive dan aplikasi burner. Semua angka tersebut bukannya tanpa arti. Mereka menunjukkan kecepatan bakar maksimum yang dapat diterapkan pada keping tersebut.
Dalam proses burning, biasanya kecepatan bakar yang telah diatur oleh pengguna akan ditampilkan di layar. Tapi jangan heran jika ternyata kecepatan yang tampil ini bukanlah kecepatan yang sesungguhnya. Kecepatan bakar yang sedang berlangsung bisa jauh di bawah angka yang tertera—semuanya tergantung pada metode burning yang Anda pilih dan kondisi sistem saat itu.
Jika Anda ingin mengetahui berapa kecepatan bakar keping CD/DVD yang sesungguhnya, praktekkan trik berikut.
1. Klik Start > All Programs > Nero > Nero 9 > Nero Express.
2. Klik kotak berlogo segi tiga yang mengarah ke kiri.
3. Pilih menu Options yang ada di bagian Advanced.
4. Pada jendela Options, buka tab Misc.
5. Dalam box Options, carilah grup Burning dan beri tanda cek pada menu “Show real recorder write speed while burning”.
6. Tekan OK untuk menutup jendela Options.
Mulai saat ini, semua disk yang dibakar dengan Nero akan menampilkan kecepatan bakar yang sebenarnya.
Sumber: PCplus dan Kompas.com
Mengoptimalkan Adobe Reader
Adobe Reader memang telah melakukan beberapa modifikasi pembaruan sehingga versi terbarunya mampu membuka dan menavigasi dokumen lebih gegas daripada versi terdahulu. Biarpun demikian, sebagian pengguna menilai aplikasi ini masih lambat sehingga lebih memilih aplikasi sejenis lainnya.
Sebenarnya ada beberapa trik sederhana untuk lebih mengoptimalkan kinerja Adobe Reader. Berikut adalah trik-triknya.
1. Hapus plug-in yang tidak dibutuhkan.
Sebelum menghapus, Anda harus memeriksa dulu deskripsi tiap plug-in untuk menghindari kesalahan dalam penghapusan. Jangan sampai Anda menghapus plug-in yang sifatnya esensial sehingga dokumen justru tidak bisa dibuka sama sekali. Untuk melakukannya, klik “Help” pada jendela aplikasi, dan pilih “About Adobe Plug-Ins…”. Informasi plug-in akan langsung tampil beserta ketergantungannya terhadap plug-in lainnya. Catat bila perlu.
Berbekal informasi ini Anda lalu bisa masuk ke direktori Adobe Reader. Carilah folder bernama plug_ins. Hapus semua plug-in yang tidak dibutuhkan. Misalnya jika PC Anda tidak memiliki koneksi Internet, hapuslah plug-in semacam Updater dan SendMail. Sebelumnya buatlah back-up untuk berjaga-jaga.
2. Rampingkan beban start-up.
Klik “Edit > Preferences…”, lalu pilih opsi “Startup”. Hilangkan tanda centang pada “Display splash screen” dan “Show Messages and automatically update”.
3. Turunkan Resolusi.
Masih di jendela Preferences, klik opsi “Page Display”. Turunkan nilai resolusi dengan mengklik opsi Custom Resolution. Beri nilai yang lebih rendah dari nilai standarnya.
4. Sembunyikan seluruh toolbar dengan mengklik “F8” atau klik menu “View > Toolbars”, dan “Hide Toolbars”. Sebagai gantinya manfaatkanlah keyboard shortcut. Daftar shortcut bisa dilihat di menu “Help”.
Sumber: PCplus dan Kompas.com
Membuang UAC Windows Vista
User Account Control (UAC) di Windows Vista adalah sebuah fitur untuk mencegah ter-instalnya program secara sembarangan. Orang yang bisa meng-instal program hanyalah orang yang memiliki akses layaknya administrator. Meskipun administrator yang meng-instal, program itu harus punya akses level tinggu dulu baru bisa jalan. Level itu ditentukan oleh administrator.
Pembagian level pengguna ini sebetulnya sudah lama digunakan, bahkan sudah puluhan tahun. Tapi, pembagian itu hanya untuk komputer server dan mainframe. Sistem operasi komputer desktop, khususnya Windows, belum selama itu. Pada MS-DOS, Windows 95, Windows 98 dan Windows Me, semua pengguna merupakan pengguna super (super user) yang bisa mengontrol PC secara penuh.
Pembagian level baru terasa di Windows setelah itu. Untuk memperkuat pembagian level, Microsoft menggunakan UAC di Windows Vista dan Windows Server 2008.
Cara kerjanya secara singkat begini. Ketika seorang pengguna komputer masuk dengan akun standar, suatu token berisi izin-izin standar diberikan kepada pengguna itu. Dengan izin standar, pengguna itu tidak bisa melakukan perubahan yang memengaruhi sistem. Ia masih bisa membuat dokumen, mengedit foto, atau mendengarkan lagu. Tapi, ia tidak bisa meng-instal program, mengubah pengaturan di Control Panel, atau melakukan update.
Lain halnya kalau administrator yang login. Akun itu diberi dua token. Token pertama berisi “penghargaan” terhadap administrator—seluruh tindakan diizinkan. Token kedua mirip dengan token yang diberikan kepada akun standar. Berbagai aplikasi, termasuk Windows Shell, dijalankan dengan token kedua.
Jadi, berbagai aplikasi tetap tidak bisa menggunakan sumber daya Windows secara penuh. Aplikasi itu baru bisa berjalan penuh kalau diberi izin.
Di Windows 7, Microsoft memperbarui UAC. Standarnya, UAC tidak akan lagi bertanya pada beberapa program. Beberapa program masih membuat UAC muncul.
UAC ini ternyata disadari bisa sangat mengganggu. Coba saja perhatikan, berapa kali Anda harus mengklik persetujuan agar instalasi berjalan? PCplus menganggap Anda meng-instal program yang memang sudah terpercaya. Orang-orang yang sering melakukan tweaking mengaku kerap terganggu oleh UAC ini.
Tujuan UAC memang baik. Tapi, kalau terlalu mengganggu, Anda bisa mematikannya. Trik-trik berikut ini bisa dibilang tidak mematikan UAC secara total—walau ada 1 trik untuk mematikannya secara total. Tapi paling tidak, UAC tidak lagi terlalu mengganggu.
Sudahlah, langsung saja simak trik-triknya.
PCplus tidak menyarankan trik ini demi keamanan. Kalau ada orang yang hobi download program dan mencobanya di komputer Anda, PCplus menyarankan agar UAC tidak dimatikan. Tapi, kalau Anda keukeuh karena hanya Anda yang pakai komputer dan Anda bukan tukang download, silakan terapkan trik ini.
1. Buka Control Panel.
2. Klik “User Account”.
3. Lalu klik “Turn User Account Control on or off”.
4. Ketika muncul kotak dialog, klik “Continue”.
5. Hilangkan tanda centang pada “Use User Account Control (UAC) to help protect your computer” lalu klik “OK”.
6. Diminta restart komputer? Yah sudah, restart saja.
sumber: PCplus dan Kompas.com